Berita Terbaru :
Probolinggo - Antisipasi Aksi Premanisme, 9 Anjal dan Pak Ogah Diamankan
Surabaya - Antisipasi Penyebaran Covid-19 Dilingkungan Perusahaan
Surabaya - Ditreskrimsus Polda Jatim Ungkap Tindak Pidana Perikanan
Sidoarjo -  Penyandang Disabilitas Akan Diprioritaskan Program Vaksinasi
Surabaya -  Pembelajaran Tatap Muka Tetap 5 Juli 2021 Mendatang
Surabaya -  Alhamdulillah 2 Ribu Peserta SBMPTN Diterima di Unair
Sidoarjo -  Menteri P3A Pastikan Santri Korban Sodomi Guru Ngaji Dapat Pendampingan
   

Pemerintah   10 Juni 2021 | 16:47 wib
Jatim Mulai Dilirik Maroko
 Surabaya  Maroko berencana merealisasikan investasinya di Jawa Timur. Hal ini terlihat pada kedatangan konsulat kehormatan Maroko Jamal Gozy ke Pemprov Jatim yang kembali membahas investasi senilai Rp.9,1 triliun.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima konsulat kehormatan Maroko Jamal Gozy di Gedung Negara Grahadi, Rabu (9/6) sore. Khofifah menjelaskan, kedatangan konsulat kehormatan tersebut sebagai kelanjutan dari MOU yang dilakukan dengan Group Of Development Technologies And Construction Companies (GDTC) Maroko beberapa waktu lalu.

Khofifah berharap, proses tindak lanjut dan verifikasi dari semua rencana investasi ini dapat berjalan dengan baik. Karena itu, Pemprov dengan senang hati akan menjadi bagian yang ikut mendorong investasi ini sekaligus menguatkan kerjasama perdagangan dengan Maroko.

Khofifah mengatakan, di Probolinggo rencana investasi tersebut diperuntukkan pada pengembangan pelabuhan yang masuk dalam lampiran Perpres 80 tahun 2019. Pengembangan itu cukup luas dan nilainya juga cukup besar, yakni Rp 2,1 triliun untuk rencana investasi awal.

Kedua rencana pembangunan Tol Probolinggo  Banyuwangi (Probowangi). Rencana ini juga masuk di dalam master plan, tapi siapa investornya itu belum tercantum. Sementara di Ponorogo, rencana investasi dilakukan untuk pengembangan destinasi wisata berbasis budaya yang diarahkan bisa masuk ke geopark.

Sejumlah proyek investasi itu juga akan digarap oleh BUMD di bawah Pemprov Jatim. Misalnya PT JGU terkait dengan pengembangan Puspa Agro dengan nilai Rp 1,7 triliun, PDAB untuk pengembangan Jippe senilai Rp 347 miliar, PT Waskita Bumi pembangunan tol Krian Legundi Rp 2,4 triliun, PT Trans Jawa proyek pembangunan tol Pasuruan Probolinggo Rp 1,5 triliun, pengembangan PT Kasa Husada Rp 300 miliar.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Jatim Aris Mukiyono menambahkan, rencana investasi ini ditandai dengan MOU yang sudah dilakukan saat bulan ramadan lalu. Selanjutnya, bulan Juni ini GDTC akan kembali ke Jatim untuk melakukan PKS. Namun, khusus untuk beberapa proyek yang ditangani bumd jatim, sebelumnya akan paparan lebih dulu ke Gubernur Jatim.

Reporter : dwi prasetyo
Redaktur : Endri




 Baca Juga 

Jatim Mulai Dilirik Maroko
Pemerintah
Terpopuler
Menteri P3A Pastikan Santri Korban Sodomi Guru Ngaji Dapat Pendampingan
Politik 3 jam

Pembelajaran Tatap Muka Tetap 5 Juli 2021 Mendatang
Pendidikan 3 jam

Antisipasi Aksi Premanisme, 9 Anjal dan Pak Ogah Diamankan
Peristiwa 2 jam




2021 © www.amtv.co.id
Tentang Kami
Disclaimer
Pedoman Media Siber
Ketentuan & Kebijakan Privasi
Iklan