Berita Terbaru :
Probolinggo - Antisipasi Aksi Premanisme, 9 Anjal dan Pak Ogah Diamankan
Surabaya -  Antisipasi Penyebaran Covid-19 Dilingkungan Perusahaan
Surabaya -  Ditreskrimsus Polda Jatim Ungkap Tindak Pidana Perikanan
Sidoarjo -  Penyandang Disabilitas Akan Diprioritaskan Program Vaksinasi
Surabaya -  Pembelajaran Tatap Muka Tetap 5 Juli 2021 Mendatang
Surabaya -  Alhamdulillah 2 Ribu Peserta SBMPTN Diterima di Unair
Sidoarjo -  Menteri P3A Pastikan Santri Korban Sodomi Guru Ngaji Dapat Pendampingan
   

Politik dan Pemerintah   05 Juni 2021 | 17:30 wib
Di Era Digital, Jamaah dan Jamiyah NU Harus Satu Komando
urba PWNU Jatim di halaman PCNU Bangil, Sabtu (05/06/2021). (Foto: NOJ/ Syaifullah).
 Pasuruan  Kebersamaan menjadi kata kunci agar Nahdlatul Ulama semakin diperhitungkan. Tidak semata di dunia nyata, juga maya.

Harapan tersebut disampaikan KH Abdussalam Sochib. Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyampaikan pesan ini pada acara turun ke bawah atau Turba di halaman kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil, Pasuruan, Sabtu (05/06/2021).
 
Gus Salam, sapaan akrabnya mengemukakan bahwa saat ini untuk menyatukan komando sudah bisa dilakukan. "Pada apel kesetiaan kader di Paiton Probolinggo beberapa waktu lalu, ribuan kader bisa hadir secara mandiri dan tertib," katanya.
 
Di hadapan peserta Turba, Pengasuh Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang itu sangat mengapresiasi apa yang ditunjukkan kader. "Hal tersebut menunjukkan bahwa harapan agar para kader taat dengan instruksi dapat dilakukan dengan baik," ungkapnya.
 
Namun seiring dengan perkembangan zaman, kesatuan komando tersebut harus dilanjutkan. Utamanya di era digital yang di dalamnya juga ada media sosial. "Tantangan berikutnya adalah bagaimana kesatuan komando tersebut dilanjutkan di era digital, termasuk media sosial," harapnya.
 
Alumnus Pesantren Ploso Kediri tersebut menyebutkan bahwa saat ini yang juga turut menentukan persepsi publik adalah media sosial. Karena itu PWNU Jatim berharap pengaruh di dunia maya turut dilakukan. "Kami membayangkan di berbagai platform media sosial kita juga satu persepsi dan menjaga kebersamaan," ungkapnya.
 
Dalam praktiknya, bila ada hal yang harus dikawal bareng, maka pada saat yang sama seluruh kader dapat mendukung. Tidak lagi jalan sendiri, sebagai konsekuensi sebagai sebuah jamiyah atau organisasi.
 
Karena dalam pandangannya, kalau itu dapat dilakukan, maka akan berdampak baik. Apalagi NU selalu mengawal Islam moderat, anti kekerasan, dan rahmatan lilalamin. "Oleh sebab itu satu komando di era digital menjadi sebuah keniscayaan," pungkasnya.
Reporter : nu online jatim
Redaktur : Endri




 Baca Juga 

Di Era Digital, Jamaah dan Jamiyah NU Harus Satu Komando
Politik dan Pemerintah
Terpopuler



2021 © www.amtv.co.id
Tentang Kami
Disclaimer
Pedoman Media Siber
Ketentuan & Kebijakan Privasi
Iklan