Berita Terbaru :
Probolinggo - Antisipasi Aksi Premanisme, 9 Anjal dan Pak Ogah Diamankan
Surabaya -  Antisipasi Penyebaran Covid-19 Dilingkungan Perusahaan
Surabaya -  Ditreskrimsus Polda Jatim Ungkap Tindak Pidana Perikanan
Sidoarjo -  Penyandang Disabilitas Akan Diprioritaskan Program Vaksinasi
Surabaya -  Pembelajaran Tatap Muka Tetap 5 Juli 2021 Mendatang
Surabaya -  Alhamdulillah 2 Ribu Peserta SBMPTN Diterima di Unair
Sidoarjo -  Menteri P3A Pastikan Santri Korban Sodomi Guru Ngaji Dapat Pendampingan
   

Pendidikan   02 Juni 2021 | 16:27 wib
Sejumlah Pelajar Demo Protes Sistem Zonasi
Mereka memprotes sistem penerimaan peserta didik baru 2021 SMA/SMK berdasarkan zonasi.
 Surabaya  Sejumlah pelajar sekolah menengah pertama di Surabaya, yang tergabung dalam Aliansi Pelajar Surabaya (APS) menggelar demonstrasi di depan patung Gebernur Suryo, Surabaya.

Ketua Aliansi Pelajar Surabaya atau APS, Mirza Akmal Putra mengatakan aksi ini diikuti oleh siswa kelas IX SMP, yang tak setuju dengan sistem PPDB berdasarkan zonasi.

Para pelajar membawa poster berisi tuntutan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Mirza menjelaskan, setidaknya ada tiga tuntutan yang dilayangkan APS kepada menteri Nadiem.

Pertama, mereka meminta pemerintah mengkaji ulang sistem zonasi PPDB. Kedua, meminta jalur zonasi PPDB ditiadakan, karena tidak relevan dengan fasilitas di daerah. Ketiga, meminta pemerintah memberikan solusi bagi CPDB atau calon peserta didik baru SMA/SMK 2021 yang tidak lolos dan terpaksa melanjutkan di sekolah swasta atau bahkan putus sekolah.

Sedangkan, kepada pemerintah provinsi jawa timur, mereka memiliki lima tuntutan. Yakni, membangun fasilitas pendidikan (SMA/SMK) guna meratakan keberadaan fasilitas pendidikan di daerah. Kedua, sistem PPDB SMA/SMK Jawa Timur harus dikelola dan dipublikasikan dengan transparan dan adil.

Ketiga, tidak perlu berkutat pada alasan penanganan pandemi covid-19, karena alasan seperti itu, banyak keuangan sekolah yang meradang. Ke empat, memberikan solusi bagi calon peserta didik baru) SMA/SMK 2021 yang tidak lolos dan terpaksa melanjutkan di sekolah swasta atau bahkan putus sekolah. Dan yang kelima, prioritaskan CPDB agar masuk di daerah asal dan batasi c-p-d-b dari luar daerah untuk masuk ke suatu daerah tertentu.

Unjuk rasa yang dilakukan pelajar tersebut hanya berjalan tidak lebih dari sepuluh menit. Mereka terburu - buru membubarkan diri ketika didatangi petugas kepolisian dari sektor genteng, ternyata para pelajar itu belum memiliki izin atau memberikan pemberitahuan sebelumnya kepada kepolisian.
Reporter : Dwi Prasetyo
Redaktur : pulung




 Baca Juga 

Sejumlah Pelajar Demo Protes Sistem Zonasi
Pendidikan
Terpopuler



2021 © www.amtv.co.id
Tentang Kami
Disclaimer
Pedoman Media Siber
Ketentuan & Kebijakan Privasi
Iklan