Berita Terbaru :
Probolinggo - Antisipasi Aksi Premanisme, 9 Anjal dan Pak Ogah Diamankan
Surabaya - Antisipasi Penyebaran Covid-19 Dilingkungan Perusahaan
Surabaya - Ditreskrimsus Polda Jatim Ungkap Tindak Pidana Perikanan
Sidoarjo -  Penyandang Disabilitas Akan Diprioritaskan Program Vaksinasi
Surabaya -  Pembelajaran Tatap Muka Tetap 5 Juli 2021 Mendatang
Surabaya -  Alhamdulillah 2 Ribu Peserta SBMPTN Diterima di Unair
Sidoarjo -  Menteri P3A Pastikan Santri Korban Sodomi Guru Ngaji Dapat Pendampingan
   

Ekonomi   02 Juni 2021 | 09:23 wib
Pandemik Covid 19 Sudah Setahun, Pariwisata Mulai Menggeliat
 Surabaya  Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membuka Musda Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Jawa Timur di Hotel Grand Mercure Surabaya, Pada Selasa (06/21).

Dalam kesempatan Itu Wakil Gubernur muda ini menyampaikan tahun lalu di Kuartal ketiga 2020 melihat bahwa ada kesiapan prokes yang jauh lebih baik ditengah masyarakat.
Ketersediaan masker, ketersediaan Hand Sanitizer dan juga pemahaman mengenai prokes yang sudah semakin meluas.

"Nah saat itu kita dihadapkan pada pembukaan pariwisata, Ada yang mengatakan pariwisata kan bukan kebutuhan primer jadi nanti saja. Tapi kami sadar petani sayur holtikultura kemudian industri camilan itu ndak bisa jualan karena pariwisata ditutup. Nah begitu dibuka tentunya kita sadar bahwa sektor-sektor pariwisata tertentu bisa dijalankan dengan prokes", Ungkap Emil.

Emil juga menyampaikan bahwa pariwisata itu mungkin kesannya kebutuhan tersier tapi bagi mereka yang bekerja, baik yang langsung sebagai pekerja maupun petani yang menggantungkan jualan ke pariwisata, Industri mamin dan peternak juga demikian.

"Itulah maksud saya kebutuhan primer. Sehingga dalam hal ini Alhamdulillah di triwulan ke tiga 2020 sektor pariwisata bisa tumbuh diatas rata-rata pertumbuhan provinsi Jatim." Lanjut Emil.

Ketika ditanya terkait kesiapandunia pariwisata Jatim untuk membuka ditengah pandemi suami arumi bachsin ini mengatakan bahwa khusus di Jatim tentunya tidak ada yang sempurna, banyak ruang untuk membenahi.

"Seperti yang saya sampaikan, kalau ada kegiatan diselengarakan di lapangan terbuka tidak ada pengaturan masa, maka keitu kemungkinan sangat riskan terjadi pelanggaran prokes, kalau misalnya diselengarkan di ruang yang bisa dikontrol, siapa tamu yang maksud, tamu yang duduk ini kemudian akan menjadi gong memitigasi resiko tapi kalau ditempat terbuka nanti dulu, jangan kemudian rencana kita untuk menggenjot ekonomi demi rakyat dan kemudian demi pariwisata itu kemudian hal-hal yang riskan ini diasumsikan bisa dijalankan begitu saja", Kata Emil.

Diakhir pertemuan Mantan Bupati Trenggalek ini juga meminta organisasi ASPPI bisa ikut berperan dalam mendisemenasikan ke masyarakat terkait mitigasi resiko.

"Nah kalau ngomong soal kesiapan pemahaman terhadap hal-hal yang kami sampaikan tadi itu menjadi penting. Jadi kadang-kadang kan, yang ini boleh yang ini nggak boleh, itu kan juga tidak mudah dijelaskan secara rinci,untuk itu kami minta teman-teman ASPPI bisa ikut mendisemenasikan ke masyarakat terait mitigasi resiko", Tutup Emil.

Sementara itu, General Manager Ramada of Wyndham Anastasia Damayanti dan Lenny Willyana selaku Director of Sales Marketing The Seminyak yang datang dari Bali, menyambut baik rencana Pemprov Jatim dan ASPPI menggenjot sektor pariwisata di triwulan ketiga tahun 2021.

Karena banyak masyarakat yang tak tahu bahwa hotel di Bali masih ada yang buka dengan menerapkan prokes saat pandemi Covid-19, bahkan di Bali sendiri terdapat Green Zone sebagai zona khusus bebas virus Covid-19.

Untuk itulah keduanya berharap dari Musda ASPPI keempat ini, banyak warga Jatim mulai berkunjung ke Bali dan tentunya hal tersebut dapat mendongkrak pariwisata pulau dewata yang mengalami penurunan wisatawan sampai 80 persen mulai tahun 2020.

“Tentunya kedatangan wisatawan yang lebih banyak lagi dari Jawa Timur khususnya untuk bisa ke Bali, jadi sama-sama saling mensupport antara Jawa Timur dan juga Bali,” kata Anastasia.

“Green Zone adalah suatu wilayah yang sudah disterilkan dan sudah memenuhi protokol kesehatan, jadi itu yang kita tunjukkan juga tidak hanya untuk market domestik di kemudian hari untuk market internasional, jadi bisa dibilang Bali sudah siap. Tapi untuk saat ini kami melakukan sosialisasi dan serta percobaan dulu, karena kita juga nggak mau begitu buka ternyata nanti ada kasus (Covid-19) lagi yang baru,” timpal Lenny.
Reporter : Dwi Prasetyo
Redaktur : pulung




 Baca Juga 

Pandemik Covid 19 Sudah Setahun, Pariwisata Mulai Menggeliat
Ekonomi
Terpopuler
Menteri P3A Pastikan Santri Korban Sodomi Guru Ngaji Dapat Pendampingan
Politik 4 jam

Pembelajaran Tatap Muka Tetap 5 Juli 2021 Mendatang
Pendidikan 4 jam

Antisipasi Aksi Premanisme, 9 Anjal dan Pak Ogah Diamankan
Peristiwa 3 jam




2021 © www.amtv.co.id
Tentang Kami
Disclaimer
Pedoman Media Siber
Ketentuan & Kebijakan Privasi
Iklan