Berita Terbaru :
Probolinggo - Antisipasi Aksi Premanisme, 9 Anjal dan Pak Ogah Diamankan
Surabaya -  Antisipasi Penyebaran Covid-19 Dilingkungan Perusahaan
Surabaya -  Ditreskrimsus Polda Jatim Ungkap Tindak Pidana Perikanan
Sidoarjo -  Penyandang Disabilitas Akan Diprioritaskan Program Vaksinasi
Surabaya -  Pembelajaran Tatap Muka Tetap 5 Juli 2021 Mendatang
Surabaya -  Alhamdulillah 2 Ribu Peserta SBMPTN Diterima di Unair
Sidoarjo -  Menteri P3A Pastikan Santri Korban Sodomi Guru Ngaji Dapat Pendampingan
   

Ekonomi   31 Mei 2021 | 16:48 wib
Pedagang Mengeluh, Harga Tahu dan Tempe Merangkak Naik
 Pasuruan  Pedagang tahu dan tempe di pasar tradisional di kota Pasuruan, mengeluhkan kenaikan harga kulakan. saat ini harga kulakan tahu, mencapai Rp 225 ribu dari yang sebelumnya hanya Rp 160 ribu. Sementara, untuk harga tempe, naik dari Rp 14 ribu menjadi Rp 16 ribu per kotak.

Sejumlah pedagang tahu dan tempe di pasar tradisional kebonagung, kota pasuruan, mengeluhkan kenaikan harga kulakan. Karena harga tahu dan tempe terus mengalami kenaikan sejak hari raya Idul Fitri, mulai dari Rp 500 hingga Rp 1000 setiap minggunya, sehingga laba pedagang menurun.

Menurut salah satu pedagang tahu, Sumargo Hadi, “Ssaat ini harga kulakan tahu dari pengepul tahu mencapai Rp 225 ribu, dimana sebelumnya hanya Rp 160 ribu per kotak. Padahal, saya tetap menjual satu tahu, dengan harga tetap yakni seribu  rupiah saja,” katanya.

Sementara, pedagang tempe, Sugianto, mengaku dirinya terpaksa menaikkan harga tempe, dari Rp 14 ribu  menjadi Rp 16 ribu per lembar tempe. “Selain itu, ukuran tempe juga lebih kecil dari yang sebelumnya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Kota Pasuruan, Ridho Wijaya, mengatakan bahwa kenaikan harga tahu dan tempe, disebabkan karena minimnya pasokan kedelai dari wi
Reporter : Ariesta
Redaktur : Endri




 Baca Juga 

Pedagang Mengeluh, Harga Tahu dan Tempe Merangkak Naik
Ekonomi
Terpopuler



2021 © www.amtv.co.id
Tentang Kami
Disclaimer
Pedoman Media Siber
Ketentuan & Kebijakan Privasi
Iklan